Search This Blog

Thursday, November 11, 2010

Wilujeng Enjing, Banduuung!

Jadi kepikiran nih nulis tentang Bandung gara2 sekarang lagi nonton Seputar Indonesia Jawa Barat.

Nggak kerasa udah lewat 3 tahun saya di Bandung, kuliah, nge-kost, tapi jarang banget jalan2. Kalo ngeliat temen2 yg lain, kok pada bisa pergi2 yaa. Saya tau jawabannya, itu karena saya nggak bisa naik motor. Kalo kemana2 saya hanya bisa mengandalkan tumpangan dari temen atau supir angkot yg dengan setianya lalu lalang di jalan raya. Coba kalo bisa naik motor ya, saya pasti udah mengelilingi kota Bandung. Ada beberapa tempat di kota Bandung dan sekitarnya yg selama 3 tahun ini saya kunjungi.
  • Majalaya 2x, pas jadi peserta dan panitia DM1 KAMMI.
  • Banjaran 2x, dua2nya pas jadi panitia DM1 KAMMI.
  • Cisarua 1x, pas jadi peserta DM2 KAMMI.
  • Dago Pakar 1x, pas ada upgrading KAMMI.
  • Situ Cileunca 1x, upgrading KAMMI juga.
  • Gasibu 1x, jalan2 sama temen namanya Mega.
  • Gedung Sate, tiap kali aksi pasti di sini.
  • Pusdai, kadang2 ngumpul di sini dulu sebelum aksi.
  • BEC, pergi ke sini nyari headphone, kadang cuma nemenin temen aja
  • BIP, kalo jalan2 masuk ke dalem baru sekali, kadang2 aksi juga di depan BIP.
  • BSM 2x, pas buka puasa sama panitia NNM (Nihon no Matsuri) dan pernah sekali nonton di situ.
  • Ciwalk 1x, pas jadi panitia NNM, nginep di tenda huhu..
  • STT Tekstil, pas ikutan acaranya kaderisasi KAMMI.
  • UIN SGD, pas ikutan Sekolah Politik, pergi sama Isti.
  • Pengalengan (lupa nama desanya), baksos korban gempa sama temen2 KAMMI.
  • Masjid Agung Bandung, pas istirahat setelah aksi.
  • ITC Kebon Kalapa, cuma jalan2 aja, nggak beli apa2.
  • Griya Buah Batu, supermarket favorit saya.
  • Lap. Tegalega, setiap hari ada pasar pagi, rame banget.
  • Lembang, pas pelantikan anggota JGC (Japan Genki Community).
  • Monumen Perjuangan, pernah sekali ngumpul buat aksi di sini.
  • Jalan ABC 1x
  • Stasiun Bandung
  • Terminal Leuwipanjang
  • Cibabat, ke rumah saudara
  • Parongpong, pas jadi panitia DM1 KAMMI.
  • Taman Firdaus di Gegerkalong, pas jadi panitia DM1 KAMMI.
  • Villa Bunga (lupa namanya) di Lembang, pas ikutan Family Gathering D3IF.
Eeehh.. ternyata banyak juga ya yg udah saya kunjungi. Tapi masih ada beberapa spot yg pengen saya kunjungi, kayak Museum Geologi, Museum Konferensi Asia Afrika, Museum Pos Indonesia, ITB, Kawah Putih Ciwidey, dll. Ada yg mau ngajak saya nggak yaah?? blogger-emoticon.blogspot.com

Wednesday, November 10, 2010

Kompetisi Menulis Esai (Panduan Menulis Esai)

Copas dari websitenya. Jangan lupa isi kuesioner yang saya buat ya. Klik gambar checklist yang ada di bagian kanan blog. Terima kasih.

A. Umum
  1. Naskah yang dilombakan merupakan karya perorangan peserta, ditulis menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta belum pernah dipublikasikan di mana pun.
  2. Peserta boleh mengirim lebih dari satu judul naskah, tetapi hanya dapat memenangi satu judul saja.
  3. Hanya naskah yang memenuhi ketentuan-ketentuan dalam panduan ini yang akan dinilai oleh Dewan Juri; Mohon saksamai ketentuan-ketentuan berikut ini.
  4. Naskah yang telah dikirim menjadi hak milik Panitia.
  5. Batas akhir pengiriman naskah: Selasa, 30 November 2010, pukul 24.00 WIB.
  6. Pengumuman pemenang: Senin, 10 Januari 2011.
B. Peserta
  1. Yang diperbolehkan mengikuti kompetisi esai ini adalah Siswa SMA, Mahasiswa, dan Umum.
  2. Batas Usia Peserta kompetisi esai ini adalah 17-25 tahun.
  3. Peserta wajib menyertakan pindaian (scan) kartu pelajar (untuk SMA), kartu tanda mahasiswa (untuk Mahasiswa), kartu tanda penduduk (untuk Umum) yang masih berlaku, dimuat di Lembar Pernyataan Originalitas naskah yang dikirimkan.
C. Penulisan Esai
  1. Judul bebas, sesuai tema kompetisi.
  2. Format tulisan adalah esai, ditulis menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  3. Naskah ditulis menggunakan MS Word 97–2004, disimpan menjadi file *.doc (bukan file *.docx).
  4. Cara Penamaan file: “Nama depan penulis-Judul Esai,
  5. Contoh: Rhesya-Refleksi Kaum Muda Atas Tragedi 1965.doc
  6. Format dokumen naskah:
    1. Ukuran kertas: A4
    2. Margin atas: 2 cm
    3. Margin bawah: 2,5 cm
    4. Margin kiri: 3 cm
    5. Margin kanan: 2 cm
    6. Huruf: Times New Roman; ukuran 12 poin; rata kiri-kanan (justify); spasi 1,5
  7. Urutan halaman naskah (Lembar Judul, Naskah Esai, dan Lembar Biodata) adalah sebagai berikut:
    1. Lembar Judul, 1 (satu) halaman, memuat:
      1. Tema
        Posisi tulisan: Di bagian paling atas halaman
        Huruf (Font): Times New Roman, 12 poin, Bold Italic, Align Center
      2. Judul Esai
        Posisi tulisan: Beberapa spasi di bawah Subtema
        Huruf (Font): Times New Roman, 16 poin, Bold, Align Center
      3. Ringkasan Esai
        Satu paragraf rangkuman tulisan, memaparkan persoalan yang dibahas penulis dan gagasan yang ditawarkannya.
        Posisi tulisan : Beberapa spasi di bawah Judul Esai
        Huruf (Font) : Times New Roman; 12 poin; Regular; Spasi 1,5; Justify
        Lihat contoh (Lampiran 1: Contoh Lampiran).
    2. Naskah Esai, 5000-7000 karakter. Jika ada: gambar penjelas dan catatan kaki, catatan akhir (end note), atau daftar pustaka.
    3. Lembar Pernyataan Orisinalitas Karya, 1 (satu) halaman, memuat:
      1. Judul Naskah Esai
      2. Nama Penulis/Peserta
      3. Tempat & Tanggal Lahir
      4. Pekerjaan
      5. Domisili (Alamat Surat)
      6. Alamat Email
      7. Telepon, Ponsel
      8. Pindaian (scan) kartu pelajar (untuk SMA), kartu tanda mahasiswa (untuk Mahasiswa), kartu tanda penduduk (untuk Umum) yang masih berlaku
        Lihat contoh (Lampiran 2: Contoh Lampiran).
D. Pengiriman Karya (Naskah)
  1. Naskah disimpan dalam dua format:a. MS Word 97–2004 (file *.doc; bukan *.docx) dan,b. Portable document format (file *.pdf).
  2. Naskah (format *.doc dan *.pdf) dikirim sebagai lampiran (attachment) ke redaksi.esai@gmail.com Pada kolom subject email, tulis: Nama depan penulis-Judul Esai”, contoh: "Rhesya-Refleksi Kaum Muda Atas Tragedi 1965"
  3. Daftar naskah dipampang di: http://kompetisiesai.blogspot.com
  4. Batas akhir pengiriman naskah: Selasa, 30 November 2010, pukul 24.00 WIB.
E. Seleksi Naskah dan Penjurian
  1. Tahap penilaian terdiri dari:
    1. Seleksi naskah oleh Panitia; Naskah yang tidak lolos seleksi karena kesalahan administratif bisa dikirim ulang sebelum tenggat, 30 November 2010.
    2. Penjurian oleh Dewan Juri.
  2. Keputusan Dewan Juri adalah mutlak, tidak dapat diganggu-gugat.
  3. Aspek yang dinilai (bobot penjurian):
No.ASPEK PENILAIANURAIANBOBOT
1.Gagasan: Orisinal, Kreatif, AktualOrisinal: gagasan baru, belum pernah dipublikasikan sebelumnya
Kreatif: gagasan menunjukkan pemahaman baru penulis atas persoalan yang dibahas
Aktual: gagasan sesuai kekinian (ada fakta dan data)
35%
2.Kesesuaian dengan Tema/SubtemaEsai selaras dengan dan tidak menyalahi tema atau subtema kompetisi yang ditentukan.10%
3.Tuturan/PenulisanEsai ditulis dengan gaya bahasa yang komunikatif, relatif mudah dipahami. Cara bertuturnya menunjukkan pemahaman penulis yang mendalam terhadap pokok bahasan.20%
4.ArgumentasiAlur berpikir penulisnya tertib dan jelas (mudah dirunut).35%

Kompetisi Menulis Esai Menyembuhkan Luka Sejarah "Refleksi Kaum Muda Atas Tragedi 1965"

Copas dari websitenya

Anak Muda & Rekonsiliasi
Menyembuhkan luka sejarah adalah kerja besar. Bukan sekadar kerja satu dua tahun, tetapi mungkin puluhan tahun. Betapa pun, sebuah langkah kecil tetap harus dimulai. Kompetisi menulis esai ini bertujuan supaya anak muda bisa menuangkan pandangan pribadinya terhadap tragedi 1965 dan memulai langkah kecil sebagai rintisan awal menuju kepada rekonsiliasi. Anak muda, dalam konteks ini, adalah pemegang kunci. Karena merekalah pemilik sesungguhnya masa depan bangsa ini, tempat cita-cita rekonsiliasi didedikasikan.

Tujuan
Mengajak anak muda membicarakan luka sejarah, khususnya tragedi 1965, bagaimana anak muda memandang persoalan ini dan bagaimana sebaiknya kita –sebagai bangsa— mengambil langkah ke depan.

Mengapa Esai?
Esai adalah bentuk tulisan yang subyektif, yang menyatakan pikiran dan perasaan si penulis, sehingga merupakan bentuk tulisan yang tepat untuk konteks “Menyembuhkan Luka Sejarah–Refleksi Kaum Muda Atas Tragedi 1965” ini.


Ayo Ikutan! Bantuin juga untuk ngisi survey saya ya. Klik aja gambar checklist yang ada di sisi kanan blog ini untuk mengikuti surveynya. Baca juga Panduan Menulis Esai

Mau bagi-bagi iler.. ehh.. bagi-bagi resep maksudnyaa..

Maksud hati ingin seperti Farah Quin yg jago masak itu. Maka saya pengen bagi-bagi resep di blog ini. Nama resepnya adalah "Pasta Tuna Susila". Eits, ini bukan karena si pasta kerja jadi PSK atau gimana. Tapi maksud dari nama resepnya adalah Pasta Tuna S(U)osis pangSIt saLAd. Maksa abeeess!! blogger-emoticon.blogspot.com Sebenernya udah dari kemaren2 sih masaknya, cuma belom sempet sharing di blog aja. Langsung aja deh ke resepnya yaa..

Bahan:
Pasta Lafonte (apa aja juga boleeh)
Keju diparut
Daun Seledri dicincang kecil2
Pangsit digoreng
Sosis

Saus:
Tuna kalengan (kalo nggak salah mereknya Maya)
Saus Bangkok
Bawang bombay
Tomat, dipotong kecil2
Garam
Lada
Margarin buat numis
Boleh juga ditambahin potongan jamur kancing dan nanas

Cara masak:
1. Tumis bawang bombay, setelah harum masukkan daging tuna, tomat, dan sambal bangkok
2. Setelah tercampur semuanya, masukkin pastanya. Jangan lupa dikasih garam sama lada secukupnya.
3. Hidangkan di piring, taburkan seledri dan keju.
4. Hidangkan juga pangsit dan sosis yang udah digoreng sebagai makanan pembuka

Resep salad
Bahan:
Kol, diiris tipis2
Wortel, diiris tipis2

Saus:
Mayonaise Thousand Island
Saus Tomat
Susu kental manis
Butter dilelehkan
Perasan jeruk lemon

Cara masak:
1. Campur semua bahan saus salad
2. Jika sudah tercampur, campurkan ke kol dan wortel, lalu aduk kembali sampai rata
3. Hidangkan sebagai makanan penutup


THIS IS IT PASTA TUNA SUSILA ALA CHEF NUI QUIN

blogger-emoticon.blogspot.com


Maaf ya kalo namanya agak mengganggu hehe...


Antara Gehu Pedas dan Barrack Obama

Sebelumnya maafkan judul posting saya yang membuat mata Anda menjadi buta #lebay.

Kira2 apa ya maksud dari judul postingan saya kali ini? (pilih yang menurut Anda paling benar)

1. Obama ternyata suka makan gehu juga.
2. Ada tukang gehu yang mirip Obama.
3. Obama ternyata jualan gehu.
4. Semua pilihan sesat.

Selamat buat Anda yg milih no.4. Itu berarti pikiran Anda masih sehat wal afiat tanpa cacat sedikitpun.

Udah, udah, jadi ngaco gini. Tenang, saya nggak bakal ngasih soal nggak penting lagi kok kepada para pembaca. Cuma gatel aja pengen nulis apa yg saya alami dari tadi pagi sampe detik saya nulis posting ini. Yg pasti saya akan posting tentang kutang dan celana dalam (Sumpah, kagak nyambung banget sama judulnya).

Tadi pagi saya baru tau bentuknya gehu itu yg kaya gimana. Saya nggak tau kepanjangan dari gehu.. kayaknya sih toge tahu, hahaha sotoy banget dah. Soalnya bentuknya itu ya tahu dibalur sama tepung bakwan gitu dan di tepungnya itu ada toge plus cabenya dikit. Makanya tadi saya pikir makanan itu adalah bakwan a.k.a bala-bala, ternyata itu gehu pedes.
















Oohh.. ternyata ini yang namanya gehu

Nah pembahasan tentang dunia gehu udah selesai. Sekarang cerita tentang Obama.

Pasti udah pada tau lah ya kalo negara kita tercinta ini lagi kedatangan bulan, eh tamu dari AS. Yap, belakangan ini Indonesia lagi disibukkan oleh kedatangan presiden AS, Barrack Obama (bener ga yah tulisannya). Meskipun kunjungannya kuraaaang banget dari 24 jam, tapi euforianya tinggi. Mulai dari istana kepresidenan, kampus UI, sampe tukang gorengan sibuk mempersiapkan kedatangan Obama. Lho, kok tukang gorengan ikut2an sih? Ya gimana nggak mau ikutan, wong tukang gorengan itu biasanya jualan di deket kampus UI, dari hari sabtu nggak boleh jualan. Jadi dia siap2 buat nggak dapet untung gitu loh. Udah ngerti kan?

Apalagi Obama punya kenangan tersendiri di Indonesia. Beliau pernah tinggal dan menjadi warga negara Indonesia. Saya pribadi menilai Obama sebagai seseorang yg bersahaja dan memiliki sifat toleransi yang sangat tinggi. Penilaian saya ini saya dapat setelah saya membaca berbagai tulisan tentang beliau lho, bukan sekarang2 doang. Tapiiii... heyy ingatlah jeng, Obama itu presiden AS, nggak mungkin beliau jalanin pemerintahan sendiri. Meskipun dia banyak ngunjungin negara2 Islam karena ingin merangkul dunia Islam. Yaa, kita hargain usaha beliau. Tapi saya pengennya tau kapan Israel bisa minggat dari Palestina. Kalo itu bisa terjadi dan nggak ada perang lagi di sana, two thumbs up deh buat beliau.

Ngerasa nggak sih kalo banyak orang yang agak lebay menyambut beliau. Saya kepikiran dari kemaren, kok beda ya perlakuan pemerintah sama Obama. Kenapa sih semua tamu kenegaraan diperlakukan berbeda? Saya bilang kayak gini, soalnya saya baru tau tadi pagi kalo kemaren lusa itu Presiden Austria itu dateng juga ke Indonesia. Naah pasti pada nggak tau deh, saya liat cuma satu stasiun tipi yang ngeliput lhoo... beda kaan?? Selain itu sempet ada insiden juga waktu kata2 sambutan, insiden teknis gitu. Pas pidato juga banyak pihak pemerintah yg nggak hadir karena konsen mempersiapkan kedatangan Obama. Duh, pasti Pak Presiden Austria sekong hetong (sakit hati maksudnya) deh karena kurang perhatian. Sabar ya pak, orang Indonesia emang gitu, suka pilih kasih (saya juga hihihi..).

Kalo temen2nya Obama waktu kecil sih nggak apa2 jika sangat mengharapkan dapat bertemu dengan beliau. Namanya juga kangen kan, nggak ada salahnya untuk berharap. Yeah, saya agak terpukau ketika Obama mengucapkan banyak sekali bahasa Indonesia. Fasih, seperti bukan seorang foreigner. Wajarlah, beliau kalo ngobrol sama kakaknya (Maya Sutoro) kan pake bahasa Indonesia. Beliau juga mengucapkan Assalammu'alaikum dan itu ia lakukan secara konsisten ketika mengunjungi negara Islam. Kenapa ya kayak gitu? Nggak tau deh, saya bukan ahli komunikasi politik. Mungkin itu bagian dari pembuktian rasa toleransinya. Tapi, maaf Obama, saya nggak bisa menjawab salam mu.

Last but not least, saya berharap mudah2an Indonesia nggak terlena ya dengan kedatangannya. Meskipun beliau memiliki kenangan di Indonesia, itu hanya sebagai pribadi. Saya rasa itu nggak terlalu pengaruh sama hubungan AS-Indonesia. Tetap saja beliau dikelilingi oleh politisi lain dan kepentingan nasionalnya. Artinya pemerintah harus tetep pinter2 menomorsatukan kepentingan Indonesia di bidang apapun, seperti yg dilakukan oleh Obama.

Buat pemerintah, Plis deh jangan lebayy


N.B:
Turut berduka cita kepada Indonesia atas hilangnya semangat kepahlawanan di hari Pahlawan dan hilangnya ingatan kepada saudara2 kita di Mentawai, Yogyakarta-Jawa Tengah, dan Wasior.



Wallahu'alam bish showwab.